Artikel Perbedaan Psikiater, Psikolog, dan Konselor

PERBEDAAN PSIKIATER, PSIKOLOG DAN KONSELOR
Oleh: Aprilia Shelma Palupi

Jiwa berasal dari bahasa sanskerta yang artinya “benih kehidupan”. Sedangkan dalam berbagai agama dan filsafat , jiwa adalah bagian yang bukan jasmaniah (immaterial) dari seseorang. Kesehatan jiwa adalah suatu kondisi sehat, emosional, psikologis, dan sosiologi yang terlihat dari hubungan interpersonal yang memuaskan, perilaku dan koping yang efektif , konsep diri yang positif dan kestabilan emosional. Kesehatan jiwa memiliki banyak komponen dan dipengaruhi oleh berbagai faktor (Johnson, 1997). Kesehatan jiwa pada manusia merupakan salah satu faktor penting dalam menjalani hidup. Jika seseorang hanya sehat secara fisik saja itu tentu saja tidak cukup, karena jika keadaan jiwa tidak sehat maka akan mengganggu kesehatan fisik orang tersebut . Bahkan, terkadang orang-orang membutuhkan bantuan dari orang lain dalam menghadapi kesehatan jiwa mereka.
Di dalam dunia kesehatan jiwa, ada beberapa profesi yang berkaitan dengan masalah kejiwaan, yaitu psikiater, psikolog dan konselor. Orang-orang pun beranggapan bahwa ketiga profesi tersebut memiliki latar belakang dan tugas yang sama. Padahal ketiga profesi tersebut berbeda, hanya saja ketiga profesi tesebut sama-sama berhadapan dengan kesehatan mental atau jiwa seseorang. Oleh karena itu, disini saya akan membahas perbedaan dan tugas dari masing-masing profesi tersebut.

1. Psikiater
Psikiater adalah profesi dokter spesialistik yang memiliki spesialisasi dalam diagnosis dan penanganan gangguan emosional. Psikiater tidak hanya menangani masalah gangguan jiwa berat, tetapi juga ringan. Psikiater sendiri dalam menangani masalah pada pasien diperbolehkan untuk memberikan terapi obat-obatan (farmakoterapi). Penanganan psikiatri di seluruh dunia, ungkap Dadang, dilakukan dengan empat cara yang disingkat BPSS, yaitu Biologic (obat-obatan), psychologic (konsultasi), social (penanganan sosial) dan spiritual (agama). Gelar yang harus didapatkan untuk membuka praktek psikiater sendiri adalah SpKj. Psikiater sendiri dapat melakukan praktek di rumah sakit jiwa, karena memang psikiater merupakan dokter jiwa.
2. Psikolog
Psikolog adalah seorang yang ahli dalam praktek psikologi, bidang ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses mental. Psikologi dapat dikategorikan ke dalam beberapa bidang tersendiri sesuai dengan cabang ilmu psikologi yang ditekuninya. Misalnya psikologi klinis, psikologi pendidikan dan psikologi industri. Tetapi psikolog lebih sering digunakan untuk menyebut ahli psikologi klinis. Untuk menjadi seorang psikolog, seseorang harus mengikuti pendidikan strata 1 (S1) dan lulus dari Pendidikan profesi psikologi atau strata 2 (S2) Pendidikan Magister Psikologi (Profesi Psikolog). Psikolog sendiri memiliki gelar S, Psi. Msi. Psikolog melakukan praktek kerja di Puskesmas atau Rumah Sakit Jiwa/Umum.
3. Konselor
Konselor adalah seorang yang mempunyai keahlian dalam melakukan konseling atau penyuluhan. Konselor sendiri memiliki latar belakang pendidikan minimal sarjana strata (S1) dari jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan serta Prodi Bimbingan dan Konseling. Seorang konselor biasanya lebih dikenal dengan guru BK. Karena mereka memang lebih ditujukan pada psikologi pendidikan. Namun ranah kerja konselor sendiri tidak hanya di dalam dunia pendidikan, mereka juga dapat terjun didalam masyarakat bahkan industri (perusahaan). Seorang konselor juga dapat membuka praktek konseling sendiri dengan syarat ia harus lulus dari pendidikan profesinya dan mendapat gelar S, Pd. Kons.

Dengan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa ketiga profesi tersebut memiliki perbedaan. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari ranah kerja, gelar serta pendidikan yang harus didapatkan untuk mendapatkan profesi tersebut.

Perbedaan Psikologi, Psikiater dan Konselor
Oeh : Asti Rahma Ayuning Tyas

Psikologi, psikiater dan konselor, mungkin banyak yang menganggap ketiga profesi ini sama. Ini terjadi karena profesi tersebut sama-sama memberikan konsultasi atau bimbingan pada masalah tertentu serta menangani masalah kejiwaan manusia. Padahal ketiganya memiliki banyak perbedaan.
Psikologi. Seseorang dapat dipanggil sebagai seorang psikolog apabila ia menempuh pendidikan dari jurusan psikologi, entah itu, psikologi pendidikan, psikologi industri dan organisasi, psikologi klinis dan sebagainya. Setelah lulus S1 melanjutkan ke S2 Program Profesi dan baru bisa disebut sebagai psikolog. Butuh waktu 2 tahun untuk menyelesaikan program profesi tersebut. Untuk menyembuhkan permasalahan kejiawaan psikolog menggunakan terapi konseling dan intervensi, terapi tertentu hingga tes. Tes tersebut diantaranya yaitu tes IQ, minat, bakat, tes kepribadian, dan lain-lain. Organisasi resmi dari psikolog yaitu HIPMSI (Himpunan Psikologi Indonesia)
Psikiater. Psikiater adalah dokter yang mempelajari ilmu jiwa. Walaupun menjadi dokter tetapi mereka menguasai ilmu-ilmu jiwa. Untuk menjadi seorang psikiater harus menempuh pendidikan sarjana kedokteran umum kemudian dilanjutkan mengambil keahlian bidang psikiatri sekitar 5 tahun. Untuk menyembuhkan pasien atau klien, psikiater memberikan resep obat, misalnya obat anti depresan pada orang gila. Dari psikolog dan konselor, hanya psikiater yang berhak mengeluarkan resep. Psikiater menangani masalah-masalah kejiwaan yang disebabkan atau menyebabkan fungsi-fungsi fisiologis (hormon, dan sebagainya). Psikiater juga mengadakan tes, seperti tes neuropsikologi.
Konselor. Konselor adalah lulusan dari program studi Bimbingan dan Konseling jenjang S-1 yang dilanjutkan dengan pendidikan profesi konselor. Sekolah konselor ada dua, yaitu yang di dunia pendidikan dimana mereka bekerja di sekolah(TK-SMA) dan sebagai konselor dari Sekolah Tinggi Teologi (STT) keagamaan. Jurusan ini dikenall dengan Konseling Pastoral yang berada di lingkungan Kristen.
Perbedaan lain antara psikiater, psikolog dan konselor adalah psikiater menangani pasien atau klien yang sudah sangat parah, sehingga tidak bisa diajak berkomunikasi dengan baik. Konselor menangani permasalahan-permasalahan yang dialami konseli tetapi masih taraf wajar, misalnya konseli masih bingung tentang teknik belajar yang baik dan konseli masih bisa diajak berkomunikasi dengan lancar dan baik, sedangkan psikolog menangani masalah-masalah yang lebih berat daripada konselor.


Perbedaan Psikolog, Psikiater dan Konselor
Oleh : Hana Sih Setya G

Psikolog, psikiater, dan konselor.Dikehidupan sehari-hari, masih banyak orang yang belum paham mengenai ketiga profesi tersebut.Sebagian besar masyarakat menganggap profesi dan peran dari ketiga profesi tersebut adalah sama. Ketiga profesi tersebut sering dianggap sama karena ketiganya berhubungan dengan penanganan masalah kejiwaan manusia dimana mereka akan membantu seseorang dalam mengatasi masalah yang dideritanya. Padahal, ketiga profesi tersebut memiliki perbedaan yang sangat mendasar baik dari cara kerja, perspektif, dan pendekatan dalam profesinya.
Psikolog adalah seseorang yang telah menempuh program Master dalam bidang tertentu dari psikologi profesi(klinis, pendidikan, industri-organisasi). Gelar mereka adalah M.Psi, Psikolog. Di dalam studinya, psikolog mempelajari mengenai berbagai teori tentang manusia, dinamika perkembangan manusia, serta kemampuan untuk menganalisis dan melakukan psikoterapi dalam membantu seseorang menyelesaikan masalahnya. Asumsi dasar yang menjadi landasan kerja psikolog adalah bahwa setiap manusia dapat berpikir dan menentukan apa yang terbaik bagi dirinya, sehingga peran psikolog adalah merefleksikan, memberikan pandangan, membuka wawasan, bahkan dalam beberapa kasus sampai mengarahkan klien untuk dapat menyelesaikan masalahnya.Psikolog juga berkompeten untuk melakukan berbagai macam tes psikologi, seperti tes IQ, tes minat bakat, tes kepribadian untuk membuat profil klinis, serta berbagai macam tes lainnya. Tes tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk memberikan gambaran psikologis tentang klien yang dapat membantu mendiagnosa masalah kejiwaan klien dan juga dapat berguna bagi pihak ketiga.

Seorang psikiater memiliki gelar dr. dan Sp.KJ . Psikiater adalah seorang dokter yang melanjutkan studi S2 dalam bidang Psikiatri, sehingga mendapat gelar Spesialis dalam bidang Kesehatan Jiwa. Berbeda dengan psikolog, psikiater lebih berfokus pada perubahan-perubahan biologis atau fisiologis yang terjadi dalam diri individu, yang menyebabkan atau disebabkan oleh masalah yang dihadapi individu tersebut.Asumsi dasar yang menjadi landasan kerja seorang psikiater ialah bahwa masalah kejiwaan manusia disebabkan karena atau menyebabkan ketidakseimbangan fungsi-fungsi fisiologis.Maka seorang psikiater menggunakan obat-obatan untuk membantu seseorang mengatasi masalah kejiwaannya. Beberapa psikiater juga mampu memberikan tes-tes psikologi tertentu, seperti MMPI dan berbagai tes neuropsikologi untuk melihat keberfungsian syaraf serta anomali atau adaptabilitas seseorang dalam masyarakatnya.

Konselor memiliki gelar M.K. / M.A. in counseling / Kons. Konselor adalah seseorang yang telah menempuh sarjana program Pendidikan (S.Pd. / M.Pd. yang melanjutkan spesialisasi dalam bidang Konselor), atau dari program Teologi.Fokus kerja seorang konselor ialah kepada individu yang normal bermasalah. Berbeda dengan psikolog,seorang konselor tidak mampu menangani seseorang dengan gangguan kejiwaan yang serius.Normal bermasalah berarti mereka yang sebenarnya memiliki masalah dan tantangan dalam hidup, namun tidak sampai menyebabkannya mengalami gangguan jiwa yang serius, seperti: skizofrenia, depresi dengan gejala psikotik, atau gangguan-gangguan ekstrim lainnya. Oleh sebab itu, pendekatan seorang konselor ialah bahwa setiap manusia memiliki kemamampuan untuk menentukan hidupnya ke arah yang positif dan konstruktif, sehingga peran konselor ialah untuk menjadi seorang teman, mentor, dan pendengar yang baik bagi individu tersebut.Jadi dengan bantuan/bimbingan konselor, konseli diharapkan memiliki kemandirian untuk mengatasi masalahnya sendiri.

Jadi sebenarnya baik psikiater, psikolog, dan konselor memiliki hubungan yang erat dan diharapkan saling bekerja sama sebab masalah kejiwaan manusia tidak disebabkan oleh satu faktor saja tapi multi faktor yang saling mempengaruhi sehingga mereka saling memerlukan agar permasalahan klien bisa diselesaikan secara menyeluruh. Sebagai contoh psikiater akan merujuk seorang pasiennya ke psikolog atau konselor jika ia merasa pasien tersebut memerlukan bantuan terapi yang sifatnya jangka panjang dikarenakan obatbiasanya hanya untuk jangka waktu tertentu saja, tetapi konsultasi bisa lebih panjang. Seorang konselor juga bekerjasama dengan psikolog dan psikiater. Jika konseli membutuhkan psikotes, konselor akan merujuknya ke seorang Psikolog. Termasuk konsultasi atau intervensi lanjutan dengan keahlian terapi khusus oleh Psikolog. Dan jika konseli dianggap membutuh obat karena terdapat halusinasi, gangguan tidur dsb,maka konseli akan dialih tangankan kepada seorang Psikiater.

PERBEDAAN ANTARA PSIKOLOG, PSIKIATER, DAN KONSELOR
Oleh: Helviyani Dwi Wahyuni

Perbedaan mengenai psikolog, psikiater, dan konselor. Berikut penjelasannya :
1. Psikolog
Adalah gelar M.Psi, Psikolog yang diberikan kepada seseorang yang sudah lulus S1 yang lama studinya 4-5 tahun dan melanjutkan ke S2 untuk program profesi selama 2 tahun. Seorang psikolog ada yang bekerja di rumah sakit, selain itu ada psikolog pendidikan, juga psikolog industri dan organisasi biasanya bekerja di bagian Human Resources and Development (HRD). Psikolog biasanya menggunakan pendekatan sosial dari permasalahan kejiwaan. Mereka mempelajari aspek sosial dari individu tersebut, seperti keluarga, norma masyarakat dan agama. Dalam menentukan diagnosa dan penyebab, mereka akan melakukan wawancara dengan klien dan keluarganya. Kalau psikiater memberikan obat atau medikasi medis, maka psikolog menggunakan pendekatan konseling intervensi, terapi tertentu hingga alat tes.
Untuk membantu diagnosa, psikolog terkadang menggunakan bantuan tes-tes psikologi, Jenis tes itu antara lain tes IQ, minat, bakat, karir, tes kepribadian, dll. Fungsinya untuk membantu psikolog dalam menentukan diagnosa. Untuk menyembuhkan atau menghilangkan permasalahan kejiwaan, psikolog menggunakan terapi konseling dan intervensi.
Berikut gambar mengenai psikolog :

2. Psikiater
Adalah seorang dokter yang sudah mengambil spesialis kedokteran jiwa. Gelar mereka yaitu dr. Nama, SpKJ. Singkatannya yakni Spesialis Kedokteran Jiwa. Setelah lulus sarjana kedokteran (dokter Umum) seseorang yang hendak menjadi psikiater harus mengambil keahlian bidang psikiatri sekitar lima tahun.
Psikiater bertugas memberikan konsultasi seputar kesehatan jiwa. Disamping itu psikiater berhak memberikan (resep) obat kepada pasien atau klien. Psikolog dan konselor sama sekali tidak berhak mengeluarkan resep. Psikiater masing-masing juga melengkapi dengan keahlian khusus sesudah tamat dari spesialisasi. Sayangnya jumlah Psikiater di Indonesia masih minim alias kurang memadai, banyak daerah kabupaten yang belum memiliki psikiater.
Berikut gambar mengenai psikiater :

Orang yang ditangani oleh psikiater.
3. Konselor
Konselor dalam pendidikan di kenal dengan jurusan BK (Bimbingan dan Konseling). Sudah ada program sertifikasi BK dengan lembaga bernama ABKIN (Asosiasi Bimbingan Konseling Indonesia). Umumnya mereka bekerja sebagai konselor di sekolah, TK hingga SMU. Banyak sekolah yang baik menyediakan guru BK bagi siswanya.
Konselor adalah orang yang membantu konseli dalam menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi konseli, di sini konseli adalah orang yang normal atau sehat jiwanya sehingga konselor adalah orang yang mengarahkan konseli dan konseli sendirilah yang menyelesaikan masalahnya.
Berikut gambar mengenai konselor :

Merupakan proses konseling.

Nama : Liena Putri Perdana

Penugasan :
Membuat artikel dengan memilih salah satu topik. Pilihan topik “Perbedaan Psikolog, Psikiater, dan Konselor”

 Psikater adalah dokter spesialis yang telah menyelesaikan pendidikan sarjana strata satu (sarjana kedokteran), yang menggambil pendidikan psikolog profesi (klinis, pendidikan, industri-organisasi) sebagai dokter dan pendidikan spesialisasi kedokteran jiwa. Jadi psikiater adalah dokter (S1) orang yang meneruskan pendidikannya di bidang psikiatri (S2). Oleh karena itu, seorang psikiater di depan namanya memperoleh gelar “dr. …”, dan dan dibelakang namanya memperoleh gelar “…., Sp.,Kj” (Spesialis Kedokteran Jiwa). Psikiater bertugas memberikan konsultasi seputar kesehatan jiwa. Sebab mereka dilengkapi dengan berbagai kemampuan baik konseling dan psikoterapi. Disamping itu psikiater berhak memberikan (resep) obat kepada pasien karena psikiater yang notabene berlatar belakang kedokteran yang lebih banyak berkecimpung pada penanganan secara klinis. Oleh karena itu, psikiater mengobati pasiennya yang punya masalah kejiwaan, dengan memberikan obat karena beberapa penyakit jiwa bisa jadi disebabkan oleh keadaan tubuh yang sedang tidak sehat, atau ada yang bisa disembuhkan atau dikurangi dengan mengobati organ tubuh yang berhubungan dengan gejala kejiwaan yang sedang diderita. Oleh karena itu psikiater pada umumnya bekerja di rumah sakit jiwa.
Psikolog dan konselor sama sekali tidak berhak mengeluarkan resep.

 Psikolog adalah gelar profesi yang diberikan kepada seseorang yang sudah lulus sarjana Psikologi (S1). Biasanya setelah lulus S1 Psikologi perlu waktu satu setengah tahun hingga dua tahun untuk melanjutkan ke S2 Program profesi dan baru disebut dengan Psikolog. Gelar mereka adalah Nama, M.Psi, Psikolog. Psikolog biasanya menggunakan pendekatan sosial dari permasalahan kejiwaan. Tugas psikolog adalah mempelajari aspek sosial dari individu tersebut, seperti keluarga, norma masyarakat dan agama. Dalam menentukan diagnosa dan penyebab, mereka akan melakukan wawancara dengan klien dan keluarganya. Psikolog menggunakan pendekatan konseling intervensi, terapi tertentu hingga alat tes. Untuk membantu diagnosa, psikolog terkadang menggunakan bantuan tes-tes psikologi. Fungsinya untuk membantu psikolog dalam menentukan diagnosa. Untuk menyembuhkan atau menghilangkan permasalahan kejiwaan, psikolog menggunakan terapi konseling dan intervensi. Jenis tes itu antara lain tes IQ, minat, bakat, karir, tes kepribadian, dll. Seorang psikolog ada yang bekerja atau praktek sebagai psikologi klinis di rumah sakit. Selain itu ada psikolog dengan spesialisasi psikologi industri dan organisasi. Psikolog industri dan organisasi biasanya bekerja di bagian Human Resources and Development (HRD).

 Konselor adalah gelar seseorang yang telah menyelesaikan studi sarjana strata satu di jurusan Bimbingan dan Konseling. Sudah ada program sertifikasi BK dengan lembaga bernama ABKIN, Asosiasi Bimbingan Konseling Indonesia. Gelar konselor bisa diperoleh dari program Pendidikan S1 dengan gelar S.Pd. / M.Pd bagi mereka yang melanjutkan program pendidikan S2. Dan gelar berpendidikan profesi konselor (Kons.). Tugas konselor adalah membantu peserta didik/konseli untuk memecahkan masalahnya sendiri dengan bantuan bimbingan dari guru BK/konselor. Banyak sekolah yang baik menyediakan guru BK bagi siswanya. Umumnya mereka bekerja sebagai konselor di sekolah atau guru BK di TK hingga SMA/SMK. Konselor memangil nama orang yang berkonsultasi dengan sebutan peserta didik/konseli dan konselor biasanya di tempatkan di sekolah atau yayasan konseling.

PERBEDAAN PSIKOLOG,PSIKIATER DAN KONSELOR
Oleh : Nabilah Khoirun ‘Afif Qodriyyah

A. Psikolog
Psikolog adalah seorang yang ahli dalam bidang psikologi atau ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku manusia. Para psikolog biasanya menggunakan pendekatan sosial dari masalah kejiwaan. Para psikolog mempelajari aspek sosial individu tersebut. Psikolog ini mempunyai asumsi dasar bahwa setiap manusia memiliki kapasitas untuk berpikir dan menentukan apa yang terbaik untuk dirinya. Sehingga psikolog mempunyai peran merefleksikan,memberikan pandangan, membuka wawasan, bahkan sampai mengarahkan klien untuk dapat menyelesaikan masalahnya. Dan obat yang dipakai adalah kata kata. Dan psikolog ini memandang manusia sebagai individu dalam konteksnya dengan lingkungan atau masyarakat.
B. Psikiater
Psikiater adalah seorang dokter yang ahli dalam bidang kesehatan jiwa. Psikiater ini lebih fokus pada perubahan perubahan biologis atau fisiologis yang terjadi di dalam individu,yang menyebabkan atau disebabkan oleh masalah yang dihadapi individu tersebut. Psikiater ini mempunyai asumsi dasar yaitu bahwa masalah kejiwaan manusia disebabkan karena atau menyebabkan ketidakseimbangan fungsi fungsi fisiologis. Dan psikiater ini menggunakan obat obatan untuk membantu seseorang mengatasi masalah jiwanya.
C. Konselor
Konselor adalah seseorang yang mempunyai keahlian dalam melakukan penyuluhan atau konseling. Para konselor ini berlatar belakang pendidikan minimal S1 dalam jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan(PBB) atau Bimbingan Konseling (BK). Konselor bergerak terutama dalam bidang pendidikan tetapi juga merambah dalam bidang industri dan organisasi,dan konseling secara umum di masyarakat.

Perbedaan Psikolog, Psikiater, dan Konselor
Oleh : Nina Sulistyorini

Apa sih sebenarnya psikolog, psikiater, dan konselor itu? Apakah mempunyai makna sama atau sebenarnya berbeda? Banyak orang yang masih bingung apa perbedaan diantara psikoloh, psikiatet, dan konselor, kebanyakan orang menganggap ketiganya sama namun sebenarnya sangat berbeda. Ya, memang ketiganya memiliki kesamaan yaitu dalam membantu seseorang untuk mengatasi masalah yang di hadapi, namun masalah yang dihadapi pun juga bebeda. Seorang yang berprofesi sebagai konselor tidak bisa menangani masalah yang seharusnya ditangani oleh seorang psikolog ataupun psikiater begitu juga psikolog dan psikiater dan sebaliknya. Agar lebih dalam mengetahui perbedaan dari psikolog, psikiater, dan konselor mari kita uraikan ketiganya.
Psikolog adalah gelar profesi yang diberikan kepada seseorang yang sudah lulus sarjana Psikologi. Seetelah lulus S1 Psikologi perlu waktu hingga dua tahun menyelesaikan profesi Psikolog. Gelar yang diperoleh M.Psi, Psikolog. Seorang psikolog ada yang bekerja sebagai psikologi klinis di rumah sakit. Selain itu ada psikolog dengan spesialisasi psikologi industri dan organisasi. Psikolog industri dan organisasi biasanya bekerja di bagian Human Resources and Development (HRD). Seseorang yang dibantu adalah orang-orang yang mendapat gangguan psikis yaitu menangani masalah gejala jiwa.
Psikiater adalah dokter yang sudah mengambil spesialis kedokteran jiwa. Mereka memiliki gelar SpKJ. (Spesialis Kedokteran Jiwa). Setelah lulus sarjana kedokteran (dokter Umum) seseorang yang hendak menjadi psikiater harus mengambil keahlian bidang psikiatri sekitar lima tahun. Setelah itu menyandang gelar spesialisasi Psikiater. Psikiater bertugas memberikan konsultasi seputar kesehatan jiwa. Sebab mereka dilengkapi dengan berbagaii kemampuan baik konseling dan psikoterapi. Klien yang dibantu adalah orang- orang yang mendapat gangguan psikhis yang sifatnya klinis yaitu menangani masalah sakit jiwa
Konselor adalah sebuatan untuk seorang yang menempuh pendidikan S1 bimbingan dan konseling dan juga berpendidikan profesi konselor, konselor adalah ahli dalam bidang bimbingan dan konseling. Butuh waktu 1 tahun untuk melanjutkan setelah sarjana bimbingan konselinendidikan profesi konselor (Kons.). Klien yang dibantu umumnya berkenaan dengan orang orang yang tergolong normal klien dalam bimbingan konseling di sebut dengan konseli/peserta didik. Bantuan kepada klien dilakukan melalui bimbingann konseling, bantuan yang diberikan pada BK beraifat psikologis berupa informasi-informasi. Peluang kerja sarjana bimbingan konseling dan pendidikan profesi konselor tidak hanya sebagai guru BK di sekolah, namun juga dapat membuka praktik sendiri sebagai seorang konselor, ataupun bekerja di lembaga yang didalamnya terdapat peran seorang konselor, seperti BKKBN dll.

Perbedaan Psikolog, Psikiater, dan Konselor
Oleh : Norma Nida Jayanti

Psikolog, psikiater, dan konselor merupakan profesi dimana di dalamnya mengandung unsur membantu individu untuk menyelesaikan permasalahan hidupnya. Hal itupula yang menyebabkan ketiga profesi tersebut seringkali dianggap sama. Padahal jika diteliti lebih lanjut ketiganya mempunyai pendekatan yang berbeda. Berikut perbedaan psikolog, psikiater, dan konselor:
A. Psikolog
Psikolog merupakan seorang ahli dalam bidang praktik psikologi, bidang ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses mental. Untuk bias disebut sebagai psikolog, seseorang ahrus menempuh program Master dalam bidang tertentu dari psikologi profesi (klinis, pendidikan, industry-organisasi) – kecuali untuk lulusan psikologi S1 yang lulus bergelar “Dra./Drs.”, karena para lulusan tersebut sudah mendapat bekal yang setara dengan program S2 masa kini. Dalam studinya, psikolog dibekali dengan berbagai teori mengenai teori tentang manusia, dinamika perkembangan manusia, dan kemampuan menganalisis serta melakukan psikoterapi untuk membantu klien memecahkan masalahnya. Dalam praktiknya, seorang psikolog tidak boleh menggunakan obat-obatan, melainkan hanya dengan kata-kata saja, karena seorang psikolog memandang manusia sebagai individu dalam masyarakat atau lingkungan. Asumsi dasar yang menjadi landasan kerja psikolog adalah bahwa setiap manusia memiliki kapasitas untuk berpikir dan menentukan apa yang terbaik bagi dirinya, sehingga peran psikolog adalah merefleksikan, memberikan pandangan, membuka wawasan, bahkan dalam beberapa kasus sampai mengarahkan klien untuk dapat menyelesaikan masalahnya. Para psikolog juga diperbolehkan untuk melakukan tes psikologi seperti tes minat dan bakat, tes IQ, tes kepribadian, dll. Tes-tes tersebut dilakukan untuk memberikan gambaran mengenai keadaan psikologis klien atau sekedar untuk referensi bagi pihak ketiga.
B. Psikiater
Psikiater merupakan profesi dokter spesialistik yang memiliki spesialisasi dalam diagnosis dan penanganan gangguan emosional. Penanganan psikiatri di seluruh dunia dilakukan dengan empat cara (Dadang), yaitu:
a. Biologic (obat-obatan)
b. Psychologic (konsultasi)
c. Social (penanganan sosial)
d. Spiritual (agama)
Di Indonesia, psikiter adalah dokter yang melanjutkan studi S2 dalam bidang Psikiatri dan mendapat gelar Spesialis dalam bidang Kesehatan Jiwa (dr. dan Sp. KJ). Psikiater lebih fokus pada perubahan-perubahan biologis atau fisiologis yang terjadi pada individu serta yang menyebabkan masalah yang dihadapi individu dan dalam praktiknya seorang psikiater boleh menggunakan obat-obatan. Asumsi dasar yang menjadi landasan kerja psikiater adalah bahwa masalah kejiwaan manusia disebabkan oleh ketidakseimbangan fungsi-fungsi fisiologis (neurotransmitter, hormone, dsb). Psikiater juga berkompeten untuk memberikan tes-tes psikologi tertentu, seperti MMPI dan tes neuropsikologi untuk melihat fungsi syaraf anomaly atau adaptabilitas individu dalam masyarakat.
C. Konselor
Konselor adalah seseorang yang bertugas dan bertanggung jawab memberikan layanan biimbingan dan konseling pada peserta didik atau konseli dalam satuan pendidikan. Fokus kerja seorang konselor adalah individu normal yang bermasalah atau individu yang memiliki masalah dalam hidupnya tetapi tidak sampai menyebabkan gangguan jiwa yang serius. Pendekatan seorang konselor adalah bahwa setiap individu memiliki kapasitas penuh untuk menentukan hidupnya kea rah yang lebih baik, positif serta konstruktif, sehingga konselor berperan sebagai teman, mentor, dan pendengan yang baik untuk individu tersebut. Konselor juga dapat memberikan tes psikologi (tidak semua tes psikologi) untuk konselor yang sudah dilatih dalam hal tersebut.

Dari perbedaan yang diuraikan diatas, dapat disimpulkan bahwa perbedaan psikolog, psikiater, dan konselor terletak pada wewenang kerja serta asumsi landasannya dan pendekatan yang dilakukan pada individu. Dalam praktiknya, seorang psikolog hanya dapat memberikan terapi pada individu yang bermasalah dan masalah tersebut dalam kategori sedang, sedangkan psikiater dalam praktiknya boleh menggunakan obat-obatan karena dalam kondisi ini biasanya individu mempunyai gangguan jiwa yang berat dan serius, lain halnya dengan konselor, konselor hanya dapat melakukann praktik bagi individu bermasalah ringan.

PERBEDAAN PSIKIATER, PSIKOLOG, DAN KONSELOR
Oleh : Nurul Latifah

Psikiater adalah dokter yang sudah mengambil spesialis kedokteran jiwa. Gelar ditulis dr. Nama, SpKJ. (Spesialis Kedokteran Jiwa). Setelah lulus sarjana kedokteran (dokter Umum) seseorang yang hendak menjadi psikiater harus mengambil keahlian bidang psikiatri sekitar lima tahun. Kemudian menjadi psikiater. Psikiater bertugas memberikan konsultasi seputar kesehatan jiwa. Psikiater belajar dengan berbagaii kemampuan baik konseling dan psikoterapi. Disamping itu psikiater berhak memberikan resep obat kepada pasien atau klien.
Psikolog adalah gelar profesi yang diberikan kepada seseorang yang sudah lulus sarjana Psikologi.. Seorang psikolog ada yang bekerja atau praktek sebagai psikologi klinis di rumah sakit. Selain itu ada psikolog dengan spesialisasi psikologi industri dan organisasi. Psikolog industri dan organisasi biasanya bekerja di bagian Human Resources and Development (HRD). Psikolog biasanya menggunakan pendekatan sosial dari permasalahan kejiwaan. Mereka mempelajari aspek sosial dari individu tersebut, seperti keluarga, norma masyarakat dan agama. Psikolog menggunakan pendekatan konseling intervensi, terapi tertentu hingga alat tes. Untuk membantu diagnosa, psikolog terkadang menggunakan bantuan tes-tes psikologi. Fungsinya untuk membantu psikolog dalam menentukan diagnosa. Untuk menyembuhkan atau menghilangkan permasalahan kejiwaan, psikolog menggunakan terapi konseling dan intervensi.
Sedangkan konselor adalah seseorang yang telah menyelesaikan studi di jurusan bimbingan Konseling. Umumnya mereka bekerja sebagai konselor di sekolah, TK hingga SMU. Banyak sekolah yang baik menyediakan guru BK bagi siswanya. Guru BK di sekolah memberikan bantuan/ informasi kepada siswa yang mengalami masalah. Sehingga guru Bk bisa memberikan layanan bantuan kepada siswa tersebut. Konselor memangil nama orang yang mendatanginya konseli dan konselor biasanya di tempatkan di sekolah atau yayasan konseling.. Psikolog atau psikiater biasanya lebih bersifat umum, Kerja Sama dengan psikiater maupun psikolog memiliki hubungan yang erat. Karena masalah kejiwaan manusia tidak disebabkan oleh satu faktor saja tapi multi faktor yang saling mempengaruhi. Itu sebabnya berkolaborasi agar permasalahan klien bisa diselesaikan secara menyeluruh.

PSIKIATER vs. PSIKOLOG vs. KONSELOR
Oleh : Uswatun Hasanah

Masyarakat pada umumnya menganggap psikiater, psikolog, dan konselor adalah suatu hal yang sama. Padahal, pada praktek kerjanya, ketiga hal tersebut sangat berbeda. Perbedaan yang cukup mendasar untuk menegaskan garis kewenangan tiap hal tersebut.
Psikiater sendiri secara harfiah adalah seseorang yang menangani pasien dengan menggunakan medikasi atau obat-obatan. Seperti yang terjabarkan di atas, bahwa psikiater berhubungan erat dengan psikologi klinis. Sedangkan psikolog sendiri adalah sebutan bagi ilmuwan psikologi yang telah menempuh pendidikan keprofesian, dan punya SIPP dari HIPSI. Berdasarkan pengertian tersebut, maka psikolog erat kaitannya dengan psikologi. Dimana psikologi terbagi atas psikologi klinis, industri, organisasi, pendidikan forensik, sosial, dan lain-lain.
Sedangkan konselor adalah seseorang yang menangani konseli dengan menggunakan aspek psikologi dan bimbingan. Memang, pada dasarnya psikiater dan konselor adalah cabang dari psikologi, dimana ilmuwan psikologi disebut psikolog. Namun, ketiganya memiliki aplikasi yang berbeda dalam mengatasi pasien.
Dimulai dari konselor, konselor hanya memiliki wilayah dimana seorang konseli memiliki masalah dan konselor adalah pemberi bimbingan dan penuntun penyelesaian bagi konseli. Namun, apabila konseli memiliki gangguan jiwa, wilayah inilah ranah kerja psikolog. Ketika memasuki ranah kerja psikolog seorang konseli berubah menjadi klien. Dan apabila klien tadi memilki gangguan jiwa yang membutuhkan bantuan obat-obatan dalam proses penyembuhannya, maka wilayah ini menjadi hak psikiater yang memiliki lisensi dokter, dimana diperbolehkan menggunakan obat-obatan tertentu dalam membantu penyembuhan. Dalam wilaah ini, klien disebut dengan pasien.

Sumber :
1. Psikologi umum I oleh Laura A. King
2. Menguak tabit Bimbingan dan Konseling sebagai upaya pedagogis oleh Sunaryo Kartadinata


Psikolog, Psikiater atau Konselor? Pilih mana..?
Oleh : Vinka Wahyu Nurprasanti

Diantara kalian pasti masih bertanya-tanya apa sih sebenarnya perbedaan ketiga profesi ini ?
Atau kalian masih keliru untuk mengartikan ketiga profesi ini, terutama nih buat adek yang bentar lagi mau kuliah dan masih bingung mau ambil jurusan apa semoga artikel ini bisa membantu ya^^
Membahas tentang psikolog, psikiater dan konselor pasti yang terlintas dalam pikiran masyarakat adalah jiwa, ya jiwa.. jiwa yang sedang sakit atau orang yang sedang terganggu jiwanya entah itu sakit jiwa, stres atau yang lagi hitz sekrang ini yaitu “galau” atau mereka selalu berpikir bahwa ketiga profesi ini adalah profesi yang dapat menebak sifat, tingkah laku orang, mendengarkan keluh kesah orang.
Yapss memang benar ketiga profesi ini membahas tentang kejiwaan, namun ketiga profesi ini ada bedanya loh, apa aja sih bedanya? Yuk

1. Psikolog
Hmm.. profesi yang satu ini merupakan salah satu profesi yang paling banyak diminati oleh masyarakat loh entah apa alasannya. Profesi ini bisa dibilang profesi yang disegani oleh masyarakat. Sebenarnya apa sih psikolog itu? Psikolog merupakan gelar profesi yang diberikan kepada seseorang sesudah lulus sarjana Psikologi. Biasanya untuk bisa disebut sebagai psikolog mereka harus menempuh pendidikan kembali setelah S1 ke S2. Dan seseorang yang telah disebut sebgai psikolog ini dapat membuka praktik. Psikolog sendiri mempelajari tentang kejiwaan tepatnya gangguan jiwa bukan lagi gejala jiwa. Masalah yang ditangani yaitu masalah yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Orang-orang yang ditangani oleh psikolog adalah orang-orang yang mempunyai masalah dalam bidang psikhis. Bantuan yang diberikan oleh seorang psikolog yaitu dengan pemberian nasihat, konseling serta psikoterapi. Psikolog tidak memberi atau bahkan tidak membuat obat-obat untuk para kliennya. Tujuan dari psikoterapi yaitu membantu klien agar dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan mengubah atau memperbaiki kejiwaanya. Psikolog mempunyai hak untuk membuat dan menginterpretasikan tes psikologi seperti tes kepribadian, tes IQ, dan tes minat bakat dll. Psikolog sendiri bergelar M.Psi / Psi.

2. Psikiater
Psikiater merupakan gelar profesi yang diberikan kepada seseorang sesudah lulus sarjana Kedokteran dan mengambil spesialisasi Psikiatri. Psikiater merupakan dokter medis yang menangani penyakit kesehatan mental seseorang. Psikiater mempelajari tentang kejiwaan tepatnya sakit jiwa. Psikiater memiliki kemampuan baik di dalam bidang konseling maupun psikoterapi. Masalah yang ditangani yaitu masalah yang berhubungan dengan psikhis yang sifatnya klinis. Bantuan yang diberikan oleh seseorang psikiter yaitu dengan memberikan obat-obatan kepada pasien. Berbeda dengan psikolog dan konselor, psikiater berhak memberikan resep kepada para pasiennya, sedangkan konselor dan psikolog sama sekali tidak mempunya hak untuk memberikan resep. Tujuan psikiater adalah membentuk kembali kejiwaan seseorang yang telah rusak. Gelar yang diberikan oleh seorang psikiater yaitu dr. Dan Sp.KJ.
3. Konselor
Konselor merupakan seseorang yang ahli dalam bidang Bimbingan dan Konseling dan menempuh pendidikan profesi konselor. Konselor mempelajari tentang kejiwan tepatnya gejala jiwa. Sedangkan konseli adalah seseorang yang keterbatasan kemampuannya yang memerlukan layanan Bimbingan dan Konseling. Masalah yang ditangani oleh konselor yaitu masalah pada bidang pembinaan dan pengembangan pribadi serta masalah yang meliputi denagn pemahaman diri. Berbeda dengan psikolog, orang-orang yang ditangani oleh konselor adalah orang-orang yang masih dalam kondisi normal. Konselor pada umumnya bekerja di sekolah sebagai guru BK. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa konselor dapat bekerja di sebuah lembaga instansi/kantor. Tujuan konselor yaitu membantu peserta didik atau konseli agar dapat mencapai kematangan dan kemandirian dalam kehidupannya serta menjalankan tugas-tugas perkembangan yang mencakup aspek pribadi, sosial, belajar, karir secara utuh dan optimal. Kematangan disini adalah mencapai kematangan berpikir, perasaan dan perilaku. Konselor tidak berhak membuat tes psikologi namun konselor dapat membantu psikolog untuk menginterpretasikan hasil tes tersebut.


Perbedaan Psikolog,Psikiater dan Konselor
Oleh : Vioneta Triastari Wendina

Di dalam dunia kesehatan jiwa dikenal beberapa profesi seperti psikolog, psikiater, dan konselor. Meskipun kelihatannya ketiga profesi ini sama saja tetapi sebenarnya ketiga profesi ini merupakan tiga hal yang berbeda. Lalu apa bedanya? Berikut ini paparan perbedaan antara psikolog, psikiater dan koselor seperti diungkap dalam laman WomanTalk.
Psikiater
Psikiatri adalah spesialisasi dari ilmu kedokteran. Untuk menjadi psikiater, Anda harus melewati pendidikan kedokteran kemudian mengambil spesialisasi psikiatri. Setelah lulus sarjana kedokteran (Dokter Umum) seseorang yang hendak menjadi psikiater harus mengambil keahlian bidang psikiatri sekitar lima tahun. Baru layak menyandang gelar spesialisasi Psikiater. Psikiater bertugas memberikan konsultasi seputar kesehatan jiwa. Sebab mereka dilengkapi dengan berbagai kemampuan baik konseling dan psikoterapi.
“Pemeriksaan yang diberikan dalam proses diagnosis oleh psikiater melibatkan pemeriksaan status mental dan pemeriksaan fisik. Ada kalanya membutuhkan bantuan alat pencitraan otak seperti tomografi terkomputerisasi, magnetic resonance imaging (MRI), dan positron emission tomography (PET) scanning, dan uji darah,” kata Ketua Majelis Pengembangan Pelayanan Keprofesian Psikiatri, Dr. dr. Nurmiati Amir, SpKJ, dalam konferensi pers Hari Kesehatan Jiwa, Senin (10/10/2016), di Jakarta.
Selama pengobatan, psikiater dapat menggunakan psikoterapi dan obat-obatan. Gejala medis biasanya bisa dilihat dan dibuktikan secara pemeriksaan, sehingga waktu penanganan relatif singkat, sekitar 15-30 menit. Psikiater bergelar dr. dan Sp.KJ (Spesialis Kesehatan Jiwa).
Psikolog
Ini adalah profesi dari ilmu psikologi. Untuk mendalami ilmu ini, pendidikan didulang di fakultas psikologi untuk mengambil S1 atau sarjana psikologi kemudian meneruskan program profesi atau S2, kemudian belajar praktik menjadi psikolog.
Pekerjaan psikolog yang paling dekat dengan psikiater adalah psikolog klinis, yang juga menangani kasus-kasus kejiwaan, baik anak maupun dewasa, menelaah gejala-gejala psikologis dan melakukan psikoterapi sebagai bentuk penanganannya. Karena gejala psikologis tak kelihatan, pemeriksaan dan penanganannya bisa menghabiskan waktu 1-2 jam, kadang lebih. Untuk kasus berat, pasien perlu bolak-balik untuk pemeriksaan.
“Nah, ada spesialisasi psikolog yang tidak menangani kasus-kasus klinis, misalnya psikolog pendidikan yang menangani sistem pendidikan dan individunya. Ada psikolog industri dan organisasi yang kerjanya di kantor-kantor. Baik psikiater maupun psikolog juga menjalankan konseling sebagai bagian dari pekerjaan,” jelas psikolog dan pakar dari WomanTalk, Anna Surti Nina.
Psikolog juga berkompeten melakukan dan menginterpretasikan berbagai macam tes psikologi, seperti tes IQ, tes minat bakat, tes kepribadian, dan sebagainya. Psikolog bergelar M.Psi atau Psi.
Konselor
“Biasanya dari jurusan bimbingan dan konseling, umumnya dari kursus-kursus, seperti konselor laktasi atau konselor rumah-rumah ibadah. Konselor bisa membantu klien dengan proses konseling, terutama klien-klien dengan masalah berat. Namun untuk masalah yang lebih mendalam, konselor perlu merujuk pasien kepada psikolog atau psikiater, tergantung masalahnya,” kata Anna.
Konselor bergelar M.K/M.A in counselling/Kons. Gelar konselor bisa diperoleh dari program pendidikan yang melanjutkan spesialisasi dalam bidang konselor atau dari program teologi. Sudah ada program sertifikasi BK dengan lembaga bernama ABKIN, Asosiasi Bimbingan Konseling Indonesia. Umumnya mereka bekerja sebagai konselor di sekolah, TK hingga SMU.
Untuk kasus-kasus berat seringkali butuh penanganan psikologis plus psikiater, jadi tak tertutup kemungkinan adanya kerja sama antara psikiater, psikolog, dan konselor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *