Artikel Konseling Sebaya

Alternatif Konseling Sebaya Akibat Keterbatasan Guru BK
Oleh : Adhimum Mar’atis Sholihah

Tujuan Bimbingan dan Konseling di sekolah adalah membantu siswa menemukan pribadi, mengenal lingkungan, dan merencanakan masa depannya. Menemukan pribadi, adalah agar siswa mengenal kekuatan dan kelemahan diri sendiri serta menerima secara positif sebagai modal pengembangan lebih lanjut dalam menjalani kehidupan. Mengenal lingkungan, maksudnya agar siswa mengenal secara obyektif lingkungan sosial dan ekonomi lingkungan budaya dengan nilai-nilai dan norma, maupun lingkungan fisik dan menerima semua kondisi lingkungan itu (lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat). Merencanakan masa depan, maksudnya adalah agar siswa mampu mempertimbangkan dan mengambil keputusan tentang masa depannya sendiri, baik yang menyangkut pendidikan, karir, dan keluarga. Peran Guru Bimbingan dan Konseling sangat penting, karena dalam upaya pembentukan jati diri siswa dan upaya pemecahan masalah tidak jarang siswa menemukan berbagai hambatan dan kesulitan. Hambatan dan kesulitan yang dihadapi oleh siswa ini memerlukan bantuan dari orang lain yang dianggap mampu dan mau dalam memecahkan masalahnya, akan tetapi jumlah Guru BK yang ada di sekolah terkadang tidak sebanding dengan jumlah siswa yang ada. Selain itu siswa kadang-kadang kurang terbuka terhadap guru dalam mengungkapkan masalahnya disebabkan rasa malu, takut, dan sungkan. Oleh karena itu, dalam hal ini siswa sekolah dapat dibimbing dan digali potensinya untuk dilatih dan dibina sebagai Konseling Sebaya, karena dengan teman sebaya biasanya remaja dapat mengungkapkan segala permasalahannya tanpa perasaan malu dan bisa mengeluarkan segala kesuh kesah yang sedang dialami tanpa rasa sungkan. Konseling Sebaya menyampaikan sesuatu dengan bahasanya sendiri sehingga mudah dipahami oleh sesamanya. Teman sebaya dianggap sebagai orang yang mau peduli terhadap permasalahan yang sedang dihadapi tanpa harus menggurui atau memarahi dan memberi penilaian baik buruk atau positif negatif. Teman sebaya juga dianggap sebagai sahabat curhat yang paling aman, mereka punya bahasa yang sama dalam berkomunikasi sehingga siswa dengan mudah dapat menyampaikan masalahnya dan tidak harus belajar bagaimana berbicara yang sopan, resmi, serta halus seperti kalau hendak berbicara dengan guru. Siswa yang dipilih sebagai Konseling Sebaya adalah siswa-siswa pilihan yang memiliki kepribadian baik dan motivasi yang tinggi. Dengan diberdayakannya siswa sebagai Konseling Sebaya, maka pelayanan Bimbingan dan Konseling akan semakin baik dan optimal, disatu sisi informasi yang tergali tentang siswa akan semakin banyak dan lengkap, disisi lain juga Guru BK akan sangat terbantu dalam melaksanakan tugasnya. Konseling sebaya juga akan memperoleh pengalaman dan tambahan pengetahuan yang bermanfaat bagi dirinya dan masa depan karena sebagai pendengar yang baik dapat belajar dari pengalaman setiap individu untuk menghadapi permasalahan secara bijak dan yakin bahwa setiap permasalahan pasti akan menjadikan pribadi menjadi orang yang lebih baik.

Pentingnya Konseling Sebaya
Oleh : Syifa Mutiara Rahma

Dewasa ini masalah remaja sudah semakin kompleks, mulai dari merokok, penggunaan narkoba bahkan sampai hamil diluar nikah. Tercatat di KUA salah satu kecamatan di Kota Yogyakarta menunjukkan adanya peningkatan pernikahan yang terjadi di usia remaja dan mereka adalah korban KTD. Tentu saja hal ini menjadi perhatian khusus banyak kalangan. Peran orang tua sangatlah penting untuk mendampingi para remaja melewati masa ini. Biasanya remaja lebih dekat dengan teman sebaya mereka bukan dengan orang tua. Karena remaja lebih suka menghabiskan waktu di luar rumah untuk berkumpul dengan teman-temannya. Tugas orang tua adalah mengawasi dengan siapa anak remaja berteman dan apa saja yang mereka lakukan.
Kedekatan remaja dengan teman sebaya tidak bisa dipungkiri lagi. Jarang ada remaja yang menceritakan masalah pacaran pada orang tuanya ataupun bertanya mengenai kesehatan reproduksi. Remaja merasa nyaman saat bisa menceritakan ini pada temannya, mereka tidak perlu merasa takut dimarahi atau malu. Namun yang menjadi perhatian adalah saat teman yang diajak bercerita ini tidak mempunyai informasi yang benar mengenai masalah-masalah yang di hadapi remaja. Hal ini bisa menjebak remaja pada masalah yang kompleks. Misalnya ada seorang remaja perempuan dan mempunyai teman dekat. Dia bertanya pada temannya “apakah saat sekali berhubungan tubuh tidak menyebabkan kehamilan ?” lalu teman menjawab tidak akan terjadi kehamilan. Lalu gadis itu melakukan dengan pacarnya, namun akhirnya gadis itu hamil setelah berhubungan sekali dengan pacarnya dan gadis itu pun menjadi tidak menpunyai semangat lagi untuk menjalani hidupnya karena dia dijauhi teman-teman mereka.
Dari berbagai masalah yang terjadi pada remaja, Forum PIK-R (Pusat Informasi dan Konseling Remaja) memberikan pelatihan kepada para remaja untuk menjadi pendidik dan konselor sebaya. Pendidik sebaya adalah seorang remaja yang diberi informasi tentang masalah remaja misal kesehatan reproduksi, NAPZA, bahaya merokok, pergaulan yang baik dan masih banyak lagi. Pendidik sebaya memberi materinya di kelas besar. Berbeda dengan konselor sebaya, tugas konselor sebaya adalah menjadi teman curhat bagi remaja. Konselor sebaya harus menjadi pendengar yang baik dan dapat memberikan informasi yang di butuhkan temannya. Karena remaja akan menjadi tenang saat masalah mereka terselesaikan. Konsleor sebaya dapat sedikit menggantikan peran orang tua dalam menyampaikan informasi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan remaja. Dengan usaha ini diharapkan dapat mengurangi masalah yang di hadapi remaja. Sekaligus dapat menumbuhkan sikap-sikap positif remaja. Karena pemuda yang berkarakter akan membuat bangsanya lebih maju.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *